Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Eddy Pratomo, membantah jika video
studi banding Badan Legislasi DPR yang diunggah anggota Persatuan
Pelajar Indonesia (PPI) Jerman ke YouTube adalah milik Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) Jerman.
"Tidak benar, (video) itu bukan dari KBRI. Enggak mungkin KBRI berbuat seperti itu," kata Eddy melalui pesan singkat kepada Tempo, Selasa, 27 November 2012. Kemarin Ketua DPR Marzuki Alie mempertanyakan peran KBRI Jerman dalam kunjungan kerja Baleg DPR.
Marzuki menuduh staf KBRI bekerja sama dengan PPI Jerman untuk menyudutkan DPR melalui tayangan video yang diunggah di YouTube. Video tersebut berisi kegiatan kunjungan kerja sejumlah anggota dewan ke Jerman, beberapa waktu lalu.
Kunjungan DPR ke Jerman sejak 17 hingga 23 November 2012 mengundang
kontroversi. Alasannya, mereka hendak memperdalam isu untuk pembahasan
RUU Keinsinyuran, sementara lembaga yang disambangi adalah DIN, yang menurut Persatuan Pelajar Indonesia bukanlah lembaga yang kompeten dalam regulasi keinsinyuran.
Eddy menambahkan, KBRI juga menolak
jika disebut bekerja sama dengan PPI untuk menyudutkan DPR. Menurut
dia, KBRI Jerman selalu memberikan dukungan penuh dan fasilitas yang
diperlukan DPR dalam setiap kunjungannya.
KBRI Jerman juga
selalu berkonsultasi dengan kementerian terkait dalam menerjemahkan
substansi diskusi maupun lembaga yang akan dikunjungi. Selain itu, KBRI
juga berupaya menjembatani dialog antar-unsur masyarakat di Jerman
dengan setiap delegasi kunjungan kerja DPR RI. "Meskipun tidak selalu
berhasil," kata dia.
Senada dengan duta besarnya, Konselor
Bidang Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Jerman, Ayodhia Kalake, kembali
menegaskan bahwa video tersebut bukan dari KBRI. "Dan bukan diunggah
oleh KBRI Jerman,"
sumber : tempo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar