#menubar{ width:900px; margin-top:5px; float:center; background:#de360f; height:35px; border:1px solid #de360f; } #menubar-left{ float:left; width:900px; padding-top:1px; } #menubar ul{ position:relative; overflow:hidden; padding:0; margin:0; font-weight:none; font-size:12px; }

Senin, 15 Juli 2013

alasan nokia tidak menggunakan android . (BI SS 2013)

Nokia sejak lama terkenal akan kemampuannya memproduksi ponsel dengan desain dan performa kelas satu. Namun seiring dengan meroketnya popularitas sistem operasi Android dan iOS pada iPhone, maka Nokia pun terpuruk.

Bukan sekadar isapan jempol kalau Nokia kerap diolok-olok karena di balik handsetnya yang bagus, mereka malah memilih sistem operasi Windows Phone besutan Microsoft dan bukannya Android besutan Google.


Windows Phone vs Android

Banyak yang mencibir bahwa pemilihan tersebut adalah hanya karena CEO Nokia sekarang, Stephen Elop mempunyai kedekatan dengan Microsoft. Hal itu tidak bisa dipungkiri sebab sebelum bergabung dengan Nokia, Elop merupakan (mantan) "orang dalam" Microsoft.

Ternyata bukan itu. Nokia memilih bersikap bijak. Salah satu alasan mereka adalah percuma mereka memakai Android, sebab Android itu identik dengan Samsung (lihat saja HTC dan Sony...demikian kata Elop). Serta beberapa alasan lain, salah satunya adalah faktor vendor operator selular di AS yang gak mau ngejual HP kalau OS nya "pasaran" 

sumber :detik.com

dampak kenaikan harga bbm terhadap daya beli masyarakat(BI SS 2013)



Pemerintah baru saja mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi pada Jumat malam. Namun demikian, keputusan pemerintah tersebut dinilai warga tidak tepat. Sholihan, warga Cileungsi Bogor mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi yang bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah dan menjelang ramadhan memberatkan warga. Sebab, kata dia, di saat semua orang sedang membutuhkan banyak biaya untuk keperluan anak sekolah, pemerintah justru makin memberatkan dengan keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Timingnya sangat tidak tepat,” ujar dia yang sehari-hari berdagang sembako di rumahnya ini. Dia menyebut, dalam seminggu terakhir, saat harga BBM belum naik saja semua harga kebutuhan pokok sudah ikut naik karena menjelang bulan puasa. Seperti harga telur ayam, kata dia, sudah mengalami kenaikan sebesar Rp 1.500 per kilogramnya. Sholihan sendiri bulan ini harus merogoh kocek dalam-dalam demi membiayai dua anaknya yang akan masuk ke jenjang SMP dan perguruan tinggi. Seperti diketahui, harga BBM subsidi ditetapkan naik mulai hari ini, Sabtu. Untuk bensin premium kini harganya menjadi Rp 6.500 per liter, sementara solar Rp 5.500 per liter.



Daya beli barang pekerja pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengalami penurunan sekitar 30 persen. Hal ini tentu saja akan menurunkan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun . Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan masyarakat sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. “Dampaknya sangat signifikan terhadap daya beli pekerja yang turun sebesar 30 persen,” kata Said saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu. Said menambahkan perhitungan penurunan daya beli masyarakat sebesar 30 persen diperoleh dari perbandingan antara besaran pengeluaran dan besaran kenaikan upah buruh. Seperti diketahui, tahun lalu buruh mengalami kenaikan upah sekitar Rp 500.000 hingga Rp 800.000 per bulan . Rata-rata kenaikan upah buruh tersebut mencapai Rp 600.000 per bulan. Sementara itu, pengeluaran upah yang meningkat antara lain sewa rumah, ongkos transportasi, hingga belanja. “Jika dibandingkan pengeluaran per bulan dengan besaran kenaikan upah rata-rata menjadi sekitar 30 persen, malah lebih,” tambahnya. Dengan kondisi itu, Said meminta upah buruh bisa dinaikkan sebesar 50 persen untuk bisa mengembalikan daya beli masyarakat yang menurun tadi. Besaran kenaikan upah sebesar 50 persen ini diperoleh dari pengembalian daya beli masyarakat (30 persen), inflasi 10 persen, pertumbuhan ekonomi (6,2 persen) dan kinerja (4 persen), sehingga totalnya sekitar 50 persen. ”Kami sejak awal menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Tapi karena ini sudah terjadi, maka kami meminta kenaikan upah 50 persen untuk bisa mengembalikan daya beli barang masyarakat yang turun 30 persen,” tambahnya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/06/22/morvkf-waktu-kenaikan-harga-bbm-dinilai-tidak-tepat

Sampai Kapan Android Mendominasi Pasar OS Dunia?

Siapa yang tidak tau atau tidak kenal dengan si robot ijo (red: android) fenomenal yang satu ini? Sejak kemunculannya yang membuat gonjang-ganjing pasar Operating System berbasis Mobile, bagaimana tidak...sesepuh sekelas nokia dengan ideologi lamanya (red:symbian) dibuat harus putar otak untuk dapat bersaing dengan android, atau raksasa RIM dengan BB OS nya pun akhirnya harus "membagi" peluru utamanya ke pasar terbuka.

Itu semua karena android? bisa jadi..! menurut saya itu hanya dampak dari ketidak siapan perusahaan pesaing menerima si robot ijo yang open source ini.

Lalu kalau ditanya sampai kapan android mendominasi pasar OS dunia?
kuncinya hanya satu OPEN SOURCE, sejauh android masih open source dan tidak terlalu disisipi oleh kepentingan bisnis semata maka saya yakin android akan menjadi legenda OS Mobile yang sebenarnya.

BLSM : Demi Rakyat atau Demi Partai Politik


BLSM lebih tepat disebut stimulan meningkatkan daya beli masyarakat antisipasi kenaikan harga sebagai imbas kenaikan BBM. ”Masyarakat miskin butuh perlindungan penuh pemerintah. Terlebih mereka yang benar-benar butuh bantuan. Karenanya sangat tepat diberi BLSM. Amerika yang merupakan negara maju di dunia saja masih memberikan tunjangan bagi masyarakat miskin. Apalagi Indonesia yang masih merupakan negara tumbuh,” katanya saat menjadi narasumber dialog interaktif Kominfo melalui TVRI Kaltim, Samarinda, Rabu sore.

kebijakan kenaikan BBM merupakan langkah tepat untuk antisipasi pemanfaatan BBM bersubsidi bukan pada orang yang tepat. Dengan kenaikan harga yang sama antara di SPBU maupun di eceran semua kalangan masyarakat membeli BBM dengan harga sama. Kompensasinya, masyarakat miskin diberi BLSM untuk mengganti subsidi BBM yang dianggap banyak dinikmati orang berkantong tebal.

Terkait harga pasar seiring kenaikan harga BBM, ia melihat secara psikologis tidak berpengaruh atau memberi dampak bagi harga barang kebutuhan di pasaran. Sekali pun ada kenaikan tidak lebih 15 persen. Kenaikan yang ada hanya merangsang produsen dan pengecer. ”Besar kecilnya pengaruh kenaikan BBM terhadap harga pasaran dan daya beli masyarakat perlu penelitian. Yang jelas, secara kasat mata kondisinya tidak terlihat berpengaruh,” akunya seraya menjelaskan kenaikan harga biasanya lebih dipengatruhi stok. Kondisinya, stok kebutuhan aman, sehingga tidak mungkin harga melonjak. Sementara Aji Sofyan menyebut, dalam persfekti ekonomi pemberian BLSM merupakan niat baik yang patut dihargai. Sebab tidak ada pemerintah yang ingin masyarakatnya hidup susah. Tujuan penyelengaraan pemerintahan tentu ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BBM dan BLSM merupakan dua hal yang tidak terpisah dalam kehidupan. Hanya saja program ini hanya merupakan upaya meningkatkan daya beli masyarakat yang sifatnya sementara. Hanya empat bulan. Sedang kenaikan harga BBM dan imbas turunannya belangsung hingga bertahun-tahun,” katanya. Terkait kondisi harga yang disebut Kepala Disperidagkop & UMKM tidak dipengaruhi kenaikan BBM, ia tidak menyangkal. Hanya saja, kondisi tersebut saat suplai stabil dan jika suplai sudah mulai terhambat, maka yang berlaku sekali pun harga mahal tidak masalah, asalkan tersedia. Kondisi seperti itu sekali terjadi harganya tidak akan turun lagi.

http://diskominfo.kaltimprov.go.id/berita-2432-blsm-itu-stimulan-tingkatkan-daya-beli-masyarakat—.html

Senin, 10 Juni 2013

Perbudakan buruh (BI SS 2013)



Perbudakan buruh yang terjadi di perusahaan panci milik Yuki Irawan di Tangerang karena lemahnya negara dalam memberikan pengawasan hubungan industrial.

Karena lemahnya negara dalam melakukan pengawasan hubungan industrial dan lemah upaya untuk melindungi hak-hak buruh. Perbudakan buruh terjadi karena ada pengusaha-pengusaha nakal yang tidak mau memenuhi hak-hak buruh, dan upaya itu terus dilakukan.

Kasus perbudakan buruh yang terjadi di pabrik kuali milik Yuki Irawan masih menjadi topik perbincangan. Diduga kasus tersebut juga bisa terjadi karena adanya kolusi dari aparat dan pengusaha.

Ini akan mencerminkan adanya kolusi aparat dan pengusaha. Buruh yang menjadi korban.

Seharusnya ada kesepatakan partnership in profit antara pengusaha dan karyawannya. Namun, dalam kasus pabrik kuali ini kesepakatan tersebut tak terpenuhi. Partnership in profit dalam industrial relation tidak ada. Terjadilah hal seperti itu. Ini kejadian yang sangat memilukan. Buruh itu hanya dianggap alat produksi

Padahal, tenaga kerja adalah elemen penting dalam setiap usaha. Sayangnya, di Indonesia lebih menomorsatukan para pemilik modal. Usaha tak akan berjalan tanpa dukungan dari buruh. begitu kuatnya posisi orang yang punya uang. Salah satu kesalahan besar dalam perburuhan kita adalah kita terlalu mengagungkan para pemilik modal

Pemerintah harus menjamin dan memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi. Pemerintah harus melakukan evaluasi serius terhadap sistem pengawasan ketenagakerjaan. Pemerintah juga harus memberikan kompensasi kepada korban baik berupa materi maupun fasilitas tertentu yang dibutuhkan untuk para tenaga kerja.

Sumber:

http://www.itoday.co.id/politik/ini-dia-penyebab-perbudakan-buruh

pencucian uang kasus impor daging (BI SS 2013)



Dalam kasus suap impor sapi, KPK telah menetapkan lima orang tersangka yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi dan direktur utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman. Fathanah bersama Lutfi Hasan disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait kewajibannya.

Keduanya juga dikenakan disangkakan melakukan pencucian uang dengan sangkaan melanggar pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Elizabeth, Juard dan Arya Effendi diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.

Juard dan Arya ditangkap KPK pasca menyerahkan uang senilai Rp1 miliar kepada Fathanah, KPK sudah menyita uang tersebut yang merupakan bagian nilai suap yang seluruhnya diduga mencapai Rp40 miliar dengan perhitungan “commitment fee” per kilogram daging adalah Rp5.000 dengan PT Indoguna meminta kuota impor hingga 8.000 ton.

Mentan Suswono, Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, Maria Elisabeth Liman pernah bertemu pada 11 Januari di Hotel Aryaduta Medan untuk membahas kuota impor daging sapi.

Bahkan, KPK tidak akan berhenti hanya pada penetapan 5 tersangka. Sebab, ada dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang terkait kasus tersebut, juga melibatkan pihak lain di luar Partai Keadilan Sejahtera.




Sumber:

http://www.solopos.com/2013/05/13/kasus-suap-impor-daging-sapi-penyidik-kurang-kpk-tunda-sita-mobil-di-dpp-pks-405887