SIKLUS HRD /
PENGGAJIAN & MANAJEMEN SDM
PENGERTIAN
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Sumber Daya Manusia (Manajemen
SDM atau Manajemen HRD) adalah system manajemen yang menangani masalah seputar
karyawan yang menunjang aktivitas dan kegiatan organisasi atau perusahaan untuk
mencapai tujuan organisasi dengan maksimal.
Arti lain dari Manajemen
sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang
lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen
sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource
department. Manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu
prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau
perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan
jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
Fungsi pertama dari manajemen
sumber daya manusia (manajemen HRD) adalah pengadaan atau procurement. Proses
pengadaan bukanlah proses yang mudah justru sebaliknya karena untuk mendapatkan
dan menempatkan orang-orang yang kompeten, serasi, serta efektif tidaklah
semudah membeli dan menempatkan mesin.
Fungsi kedua dari manajemen
Sumber Daya Manusia (Manajemen HRD) adalah Pengembangan dan Evaluasi Karyawan
(Development and Evaluation). Di sini peran
pembekalan atau training sangat penting untuk meningkatkan kinerja karyawan
yang maksimal dan berdaya guna.
Fungsi ketiga adalah Kompensasi
dan Proteksi. Kompensasi adalah salah satu bentuk penghargaan dari kinerja yang
bagus dari karyawan sedangkan jika karyawan tidak berprestasi juga mendapatkan
punishment atau tidak mendapatkan kompensasi.
Karyawan adalah asset utama
perusahaan yang menjadi perencana dan pelaku aktif dari setiap aktivitas
organisasi. Pengadaan karyawan harus didasarkan pada prinsip apa baru siapa.
Apa artinya kita harus terlebih dahulu menetapkan pekerjaan-pekerjaannya berdasarkan
uraian pekerjaan. Siapa artinya kita baru mencari orang-orang yanng tepat untuk
menduduki jabatan tersebut berdasarkan spesifikasi pekerjaan.
Job Analysis perlu dilakukan agar
dapat mendesain organisasi serta menetapkan uraian pekerjaan dan evaluasi
pekerjaan. Job Analysis adalah menganalisa dan mendesain pekerjaan apa saja
yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya dan mengapa pekerjaan ini harus
dilakukan.
Melaksanakan fungsi HRD sebagaimana yang terdapat dalam Garis-garis Besar
Haluan Perusahaan meliputi :
1. Perencanaan
Merencanakan tenaga kerja
secara efektif serta efisien agar sesuai kebutuhan perusahaan dalam membantu
terwujudnya tujuan, yaitu dengan menetapkan program kepegawaian sesuai
fungsi-fungsi yang dimiliki HRD.
2. Pengorganisasian
Mengorganisir semua karyawan melalui penetapan pembagian kerja, hubungan kerja, pendelegasian wewenang, integrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi.
Mengorganisir semua karyawan melalui penetapan pembagian kerja, hubungan kerja, pendelegasian wewenang, integrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi.
3.
Pengarahan
Mengarahkan semua karyawan agar bersedia bekerja sama, bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Mengarahkan semua karyawan agar bersedia bekerja sama, bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
4. Pengendalian
Mengendalikan semua karyawan agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan serta bekerja sesuai rencana yang telah ditetapkan perusahaan. Selanjutnya jika ditengah perjalanan ternyata terdapat penyimpangan atau kesalahan maka harus diadakan tindakan korektif atau perbaikan serta penyempurnaan rencana tersebut. Kehadiran karyawan, kedisiplinan, perilaku, kerjasama, pelaksanaan pekerjaan dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan adalah hal-hal yang harus dikendalikan perusahaan.
Mengendalikan semua karyawan agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan serta bekerja sesuai rencana yang telah ditetapkan perusahaan. Selanjutnya jika ditengah perjalanan ternyata terdapat penyimpangan atau kesalahan maka harus diadakan tindakan korektif atau perbaikan serta penyempurnaan rencana tersebut. Kehadiran karyawan, kedisiplinan, perilaku, kerjasama, pelaksanaan pekerjaan dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan adalah hal-hal yang harus dikendalikan perusahaan.
5. Rekruitmen
Melaksanakan proses seleksi dan penarikan, penempatan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Melaksanakan proses seleksi dan penarikan, penempatan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
6. Pengembangan
Pengembangan adalah proses peningkatan ketrampilan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan melaui pendidikan dan pelatihan (training) yang diberikan sesuai kebutuhan pekerja masa kini maupun masa yang akan datang.
Pengembangan adalah proses peningkatan ketrampilan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan melaui pendidikan dan pelatihan (training) yang diberikan sesuai kebutuhan pekerja masa kini maupun masa yang akan datang.
7. Kompensasi
Pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung, baik itu berupa uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa yang diberikan kepada perusahaan dengan prinsip adil dan layak, yaitu adil karena sesuai dengan prestasi kerjanya serta layak karena dapat memenuhi kebutuhan primernya yang berpedoman pada sekurang-kurangnya sama dengan batas upah minimum pemerintah.
Pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung, baik itu berupa uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa yang diberikan kepada perusahaan dengan prinsip adil dan layak, yaitu adil karena sesuai dengan prestasi kerjanya serta layak karena dapat memenuhi kebutuhan primernya yang berpedoman pada sekurang-kurangnya sama dengan batas upah minimum pemerintah.
8. Pengintegrasian
Pengintegrasian adalah aktivitas untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja sama yang serasi, sinergis dan saling menguntungkan.
Pengintegrasian adalah aktivitas untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja sama yang serasi, sinergis dan saling menguntungkan.
9. Pemeliharaan
Aktivitas untuk menjaga atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai dengan pensiun tiba dengan program kesejahteraan karyawan.
Aktivitas untuk menjaga atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai dengan pensiun tiba dengan program kesejahteraan karyawan.
10. Kedisiplinan
Untuk mencapai tujuan maksimal, kedisiplinan merupakan fungsi HRD yang terpenting, karena tanpa kedisiplinan yang baik akan sulit terwujud tujuan yang maksimal. Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan-peraturan perusahaan yang berlaku.
Untuk mencapai tujuan maksimal, kedisiplinan merupakan fungsi HRD yang terpenting, karena tanpa kedisiplinan yang baik akan sulit terwujud tujuan yang maksimal. Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan-peraturan perusahaan yang berlaku.
11. Pemberhentian
Pemutusan hubungan kerja ini dapat terjadi oleh berbagai sebab, seperti keinginan karyuawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun dan sebagainya.
Pemutusan hubungan kerja ini dapat terjadi oleh berbagai sebab, seperti keinginan karyuawan, keinginan perusahaan, kontrak kerja berakhir, pensiun dan sebagainya.
- Siklus HRD atau manajemen SDM:
• Apakah aktivitas-aktivitas dasar yang dilakukan dalam siklus manajement
sdm ?
1. Perbarui File Induk Penggajian
2. Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak
3. Validasi Data Waktu dan Kehadiran
4. Mempersiapkan Penggajian
5. Membayar Gaji
6. Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan
7. Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain
Perbarui File Induk Penggajian (Aktivitas 1)
• Aktivitas pertama dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian
melibatkan pembaruan file induk penggajian untuk mencerminkan berbagai jenis
perubahan penggajian seperti: mempekerjakan orang baru, pemberhentian,
perubahan tingkat gaji, atau perubahan dalam pengurangan diskresi.
• Merupakan hal yang penting untuk diperhatikan bahwa semua perubahan
penggajian dimaksudkan tepat pada waktunya dan secara tepat ditampilkan dalam
periode pembayaran berikutnya.
Perbarui Tarif dan Pemotongan pajak (Aktivitas 2)
• Aktivitas kedua dalam siklus manajemen sumber daya manusia / penggajian
adalah memperbarui informasi mengenai tarif dan pemotongan pajak lainnya.
• Perubahan tersebut terjadi ketika bagian penggajian menerima pembaruan
mengenai perubahan dalam tarif pajak dan pemotongan gaji lainnya dari berbagai
unit pemerintah dan perusahaan asuransi.
Validasi Data Waktu dan Kehadiran (Aktivitas 3)
• Aktivitas ketiga dalam siklus penggajian adalah memvalidasi data waktu
dan kehadiran pegawai.
• Informasi ini datang dalam berbagai bentuk, bergantung pada status
pembayaran pegawai.
Mempersiapkan Penggajian (Aktivitas 4)
• Aktivitas keempat dalam siklus penggajian adalah mempersiapkan
penggajian.
• Data mengenai jam kerja diberikan dari departemen tempat pegawai
bekerja..
• Informasi tingkat gaji didapat dari file induk penggajian.
• Orang yang bertanggunjawab membuat cek pembayaran tidak dapat membuat
rekord baru ke file ini.
Membayar Gaji (Aktivitas 5)
• Aktivitas kelima adalah pembayaran yang sesungguhnya atas cek gaji ke
pegawai.
• Sebagian besar pegawai dibayar dengan menggunakan cek atau dengan
penyimpanan langsung gaji bersih ke rekening bank pribadi mereka.
Hitung Kompensasi dan Pajak yang Dibayar Perusahaan (Aktivitas 6)
• Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan kompensasi pegawai
secara langsung
• Hukum federal dan negara bagian juga mensyaratkan perusahaan untuk
memberikan kontribusi dalam persentase tertentu ke setiap gaji kotor pegawai,
hhingga ke batas maksimum tahunan, untuk dana asuransi kompensasi pengangguran
federal dan negara bagian.
• Perusahaan sering kali memberikan kontribusi atau menanggung keseluruhan
pembayaran premi asuransi kesehatan, cacat, dan jiwa untuk para pegawai.
Keluarkan Pajak Penghasilan dan Potonagn Lain-Lain (Aktivitas 7)
• Aktivitas terakhir dalam proses penggajian membayar kewajiban pajak
penghasilan dan potongan sukarela lainnya dari setiap pegawai.
• Organisasi harus secara periodik membuat cek atau menggunakan transfer
dana secara elektronis untuk membayar berbagai kewajiban pajak yang terjadi.
Siklus Penggajian
Siklus penggajian meliputi penggunaan tenaga kerja dan pembayaran kesemua pegawai, tanpa memperhatikan klasifikasi atau metode penentuan kompensasi. Pegawai dapat berupa eksekutif dengan gaji tetap ditambah dengan bonus, pekerja kantor berdasarkan gaji bulanan dengan atau tanpa lembur, wiraniaga berdasarkan komisi, buruh pabrik dan pegawai serikat pekerja dibayar berdasarkan jam.
Tujuannya adalah untuk mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah dinyatakan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum.
Siklus penggajian dan personalia meliputi semua bentuk kompensasi yang diberikan kepada seluruh aktivitas tenaga kerja yang dipekerjakan perusahaan. Rekening-rekening yang terbentuk dalam siklus ini antara lain:
1. Kompensasi pokok (meliputi gaji, upah, insentip, dan macam-macam tunjangan karyawan )
2. Pajak atas gaji/upah karyawan
3. Biaya tenaga kerja langsung (biaya overhead pabrik)
4. Biaya tenaga kerja langsung
5. Utang atas gaji/upah karyawan
6. Gaji dibayar dimuka (uang muka gaji)
Siklus penggajian meliputi penggunaan tenaga kerja dan pembayaran kesemua pegawai, tanpa memperhatikan klasifikasi atau metode penentuan kompensasi. Pegawai dapat berupa eksekutif dengan gaji tetap ditambah dengan bonus, pekerja kantor berdasarkan gaji bulanan dengan atau tanpa lembur, wiraniaga berdasarkan komisi, buruh pabrik dan pegawai serikat pekerja dibayar berdasarkan jam.
Tujuannya adalah untuk mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah dinyatakan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum.
Siklus penggajian dan personalia meliputi semua bentuk kompensasi yang diberikan kepada seluruh aktivitas tenaga kerja yang dipekerjakan perusahaan. Rekening-rekening yang terbentuk dalam siklus ini antara lain:
1. Kompensasi pokok (meliputi gaji, upah, insentip, dan macam-macam tunjangan karyawan )
2. Pajak atas gaji/upah karyawan
3. Biaya tenaga kerja langsung (biaya overhead pabrik)
4. Biaya tenaga kerja langsung
5. Utang atas gaji/upah karyawan
6. Gaji dibayar dimuka (uang muka gaji)
Audit atas
siklus penggajian dan personalia mencakup :
1. Pengendalian internal
2. Penilaian risiko pengendalian
3. Pengujian pengendalian
4. Pengujian substanntif atas transaksi
5. Prosedur analitis
6. Serta penggujian atas rincian saldo
1. Pengendalian internal
2. Penilaian risiko pengendalian
3. Pengujian pengendalian
4. Pengujian substanntif atas transaksi
5. Prosedur analitis
6. Serta penggujian atas rincian saldo
Akan tetapi
secara umum perbedaan siklus peggajian dan personalia dengan siklus yang lain
adalah :
• Hanya ada satu kelas transaksi untuk penggajian
• Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan ketimbang akun neraca terkait
• Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hamper semua perusahaan, bahkan
• Hanya ada satu kelas transaksi untuk penggajian
• Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan ketimbang akun neraca terkait
• Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hamper semua perusahaan, bahkan
perusahaan
yang kecil sekalipun.
Jenis-jenis Akun Yang Mempengaruhi Siklus Penggajian dan Personalia
Jenis jenis akun yang mempengaruhi adalah :
• Beban Gaji dan Upah
• Pajak penghasilan ditanggung perusahaan dan tunjangan pegawai
• Kewajiban berupa hutang gaji, hutang pajak penghasilan pegawai
• Akun sejenis yang berhubungan dengan penggajian
Fungsi bisnis dalam siklus penggajian dan personalia serta dokumen dan catatan terkait
Personalia dan kesempatan kerja Departemen sumber Daya manusia menyediakan sumber yang independen untuk mewawancarai dan merekrut personil yang memenuhi kualifikasi
Pencatatan waktu dan persiapan penggajian merupakan hal yang sangat penting karena mempengaruhi secara langsung beban penngajian setiap periode
Permasalahan Audit Terhadap Siklus Penggajian dan Personalia
Siklus ini menjadi penting dengan beberapa alasan
1. Gaji, upah, dan pajak penghasilan pegawai, dan beban pegawai lainnya merupakan komponen utama pada kebanyakan perusahaan,
2. Beban tenaga tenaga kerja (labour) merupakan pertimbangan penting dalam penilaian persediaan pada perusahaan menufaktur dan konstuksi, dimana klasifikasi dan alokasi beban upah yang tidak semestinya dapat menyebabkan salah saji laba bersih secara material.
3. Penggajian merupakan bidang yang menyebabkan pemborosan sejumlah besar sumber daya perusahaan karena inefisiensi atau pengujian melalui fraud.
Dalam perusahaan yang lebih besar, seringkali kebanyakan akun buku besar untuk memiliki lima puluh atau lebih akun beban gaji. Penggajian juga mempengaruhi akun persediaan barang jadi pada perusahaan manufaktur. Audit atas siklus penggajian dan personalia meliputi perolehan pemahaman atas struktur pengendalian intern, penetapan resiko pengendalian, pengujian atas substantif atas transaksi, prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo.
Tujuan Audit Terhadap Siklus Penggajian Dan Personalia
Audit terhadap transaksi penggajian beserta rekening yang terkait dengannya, antara lain:
1. Eksistensi atau okurensi (occurrence) terbentuknya transaksi.
• Transaksi penggajian mencerminkan kompensasi semua jasa jasa yang terjadi untuk periode yang diliput oleh periode laporan keuangan. Pencatatan
• Pencatatan semua biaya-biaya penggajian mencerminkan kewajiban pajak yang berasal dari kompensasi dalam periode yang diaudit.
• Saldo utang pajak ataupun pajak yang dibayar dimuka mencerminkan jumlah yang menjadi kewajiban pada tanggal neraca.
2. Kesempurnaan (completeness) pencatatan transaksi.
• Pencatatan biaya gaji beserta pajaknya mencakup keseluruhan biaya-biaya jasa-jasa karyawan selama tahun yang diaudit.
• Saldo utang pajak ataupun utang yang dibayar dimuka mencerminkan jumlah yang menjadi kepada pemerintah pada tanggal neraca.
3. Hak-hak
dan kewajiban-kewajiban perusahaan.
• Saldo utang pajak ataupun pajak yang dibayar dimuka merupakan kewajiban yang sah bagi perusahaan pada tanggal neraca
4. Penilaian atau alokasi
• Perhitungan setiap pembayaran terhadap biaya penggajian dan peringkasan catatannya dilakukan dengan cermat
• Perhitungan terhadap saldo hutang pajak ataupun pajak yang dibayar di muka pada tanggal neraca telah diperhitungkan dengan cermat
• Biaya penggajian di pabrik telah diklasifikasi dengan cermat menjadi biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tak langsung
• Perhitungan terhadap pajak atas upah telah diperhitungkan berdasarkan tarif pajak yang berlaku
5. Penyajian dan pengungkapan
• Gaji dan pajak atas gaji telah diidentifikasi dan diklasifikasi dalam laporan keuangan dengan layak dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
• Rekening utang pajak dan utang gaji telah diklasifikasi sebagai utang lancar dalam laporan keuangan pada saat tanggal neraca
Metodologi untuk merancang pengujian pengendalian dan penggujian substantive atas transaksi
Walaupun penggujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi merupakan bagian yang paling penting dalam menguji pengajian, pengujian, dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif.
Banyak audit menghadapi resiko salah saji yang material yang rendah atau minimal, walaupun penggajian seringkali menjadi bagian yang signifikan dari total beban. Ada 3 alasan atas hal ini :
1. Karyawan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen jika mereka dibayar terlalu rendah
2. Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit
3. Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah Negara bagian dan federal menyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan social, dan pajak pengangguran.
Memahami pengendalian internal, siklus penggajian dan personalia
• Pemisahan tugas yang memadai untuk mencegah pembayaran berlebih dan pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif.
• Otorisasi yang tepat hanya departemen sumber daya manusia yang boleh mengotorisasi untuk menambah dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta potongan
• Dokumen dan catatan yang memadai catatan waktu harus memadai untuk mengakumulasi biaya penggajian menurut pekerjaan atau penugasan
• Pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan
• Pengecekan yang independen atas kinerja
• Saldo utang pajak ataupun pajak yang dibayar dimuka merupakan kewajiban yang sah bagi perusahaan pada tanggal neraca
4. Penilaian atau alokasi
• Perhitungan setiap pembayaran terhadap biaya penggajian dan peringkasan catatannya dilakukan dengan cermat
• Perhitungan terhadap saldo hutang pajak ataupun pajak yang dibayar di muka pada tanggal neraca telah diperhitungkan dengan cermat
• Biaya penggajian di pabrik telah diklasifikasi dengan cermat menjadi biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tak langsung
• Perhitungan terhadap pajak atas upah telah diperhitungkan berdasarkan tarif pajak yang berlaku
5. Penyajian dan pengungkapan
• Gaji dan pajak atas gaji telah diidentifikasi dan diklasifikasi dalam laporan keuangan dengan layak dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
• Rekening utang pajak dan utang gaji telah diklasifikasi sebagai utang lancar dalam laporan keuangan pada saat tanggal neraca
Metodologi untuk merancang pengujian pengendalian dan penggujian substantive atas transaksi
Walaupun penggujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi merupakan bagian yang paling penting dalam menguji pengajian, pengujian, dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif.
Banyak audit menghadapi resiko salah saji yang material yang rendah atau minimal, walaupun penggajian seringkali menjadi bagian yang signifikan dari total beban. Ada 3 alasan atas hal ini :
1. Karyawan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen jika mereka dibayar terlalu rendah
2. Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit
3. Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah Negara bagian dan federal menyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan social, dan pajak pengangguran.
Memahami pengendalian internal, siklus penggajian dan personalia
• Pemisahan tugas yang memadai untuk mencegah pembayaran berlebih dan pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif.
• Otorisasi yang tepat hanya departemen sumber daya manusia yang boleh mengotorisasi untuk menambah dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta potongan
• Dokumen dan catatan yang memadai catatan waktu harus memadai untuk mengakumulasi biaya penggajian menurut pekerjaan atau penugasan
• Pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan
• Pengecekan yang independen atas kinerja
Menjelaskan
dan menilai materialitas, resiko dan strategi audit
Kecurangan dalam pembuatan daftar gaji menjadi perhatian auditor. Kecurangan semacam ini timbul dari adanya pegawai fiktif yang dimasukkan dalam daftar gaji, dan kemungkinan kesalahan yang disengaja dalam menyusun klasifikasi daftar gaji. Ini berarti ada karyawan yang dihitung dengan tarif yang lebih tinggi. Disamping adanya kecurangan tersebut, akuntan harus memperhatikan ketelitian perhitungan sejak penhitungan waktu hadir, insentif sampai dengan pembuatan daftar gaji dan pembuatan slip gaji.
Berbagai aspek resiko diatas akan mempengaruhi strategi audit siklus penggajian dan personalia, oleh karena itu hal hal yang harus dipertimbangkan adalah :
1. Resiko audit yang utama timbul dari pemrosesan transaksi penggajian
2. Perusahaan pada umumnya memperluas cakupan pengendalian intern untuk transaksi penggajian
3. Saldo hutang gaji pada akhir tahun kadang kala tidak material
audit yang disarankan
1. Verifikasi kecermatan penyajian berbagai saldo, daftar dan buku pembantu
2. Terapkan prosedur analitikal
3. Lakukan inspeksi proses penghitungan daftar gaji dan hutang
4. Hitung kembali dan lakukan pengujian terhadap daftar gaji dan upah
5. Bandingkan penyajian statement dengan GAAP
Kecurangan dalam pembuatan daftar gaji menjadi perhatian auditor. Kecurangan semacam ini timbul dari adanya pegawai fiktif yang dimasukkan dalam daftar gaji, dan kemungkinan kesalahan yang disengaja dalam menyusun klasifikasi daftar gaji. Ini berarti ada karyawan yang dihitung dengan tarif yang lebih tinggi. Disamping adanya kecurangan tersebut, akuntan harus memperhatikan ketelitian perhitungan sejak penhitungan waktu hadir, insentif sampai dengan pembuatan daftar gaji dan pembuatan slip gaji.
Berbagai aspek resiko diatas akan mempengaruhi strategi audit siklus penggajian dan personalia, oleh karena itu hal hal yang harus dipertimbangkan adalah :
1. Resiko audit yang utama timbul dari pemrosesan transaksi penggajian
2. Perusahaan pada umumnya memperluas cakupan pengendalian intern untuk transaksi penggajian
3. Saldo hutang gaji pada akhir tahun kadang kala tidak material
audit yang disarankan
1. Verifikasi kecermatan penyajian berbagai saldo, daftar dan buku pembantu
2. Terapkan prosedur analitikal
3. Lakukan inspeksi proses penghitungan daftar gaji dan hutang
4. Hitung kembali dan lakukan pengujian terhadap daftar gaji dan upah
5. Bandingkan penyajian statement dengan GAAP
Struktur
Pengendalian Intern
Auditor harus memahami struktur pengendalian intern dalam aktivitas pembayaran gaji. Ketiga unsur pengendalian intern harus dipahami, agar dapat menentukan resiko audit yang akan dihadapinya.
Aspek struktur pengendalian yang harus diperhatikan auditor adalah :
a. Lingkungan pengendalian Sangat dipengaruhi sistem perekonomian yang berlaku. Dalam menerapkan sistem penggajian ini dipengaruhi oleh kesepakatan kerja dengan organisasi buruh setempat. Dalam masalah penggajian ini manager personalia menghadapi masalah yang sangat pelik karena pada dasarnya transaksi tenaga kerja terjadi setiap saat bersamaan dengan operasinya perusahaan.
b. Sistem akuntansi Mencerminkan proses penanganan transaksi penggajian dalam operasi perusahaan. Auditor harus memahami sistem yang digunakan untuk menangani transaksi jasa-jasa tenaga kerja beserta aspek pengendaliannya
c. Prosedur pengendalian Menghendaki pelaksanaan lima aspek kategorisasi sistem pengendalian intern dalam operasi perusahaan. Kelima kategori tersebut adalah otorisasi yang memadai, dokumen dan buku-buku catatan, pemisahan tugas, akses kendalian dan pengecekan oleh pihak yang independent
Catatan dan dokumen dalam siklus penggajian dan personalia
Dokumen-dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur penggajian antara lain sebagai berikut :
1. Personal Authorization adalah surat keputusan yang berisi penempatan dan penugasan seseorang karyawan dalam posisi dan jabatan tertentu
2. Clock Card adalah formulir daftar hadir karyawan
3. Time tickect adalah formulir yang digunakan untuk mencatat waktu kerja seseorang karyawan atas penugasan dan jabatan tertentu
4. Payroll Register adalah laopran yang berisi informasi penggajian seluruh karyawan perusahaan.
5. Payroll Check adalah dokumen yang berisi perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang sebagai kompensasi yang diserahkan kepadanya.
6. Labor Cost Distribution Summary adalah laporan yang berisi jumlah pembayaran gaji setiap periode untuk setiap klasifikasi rekening gaji
7. Employee Personnel File merupakan data permanen yang berisi risalah kerja setiap karyawan
8. Personnel Data Master File adalah arsip data personel berkomputer yang termuktahir
9. Employee Earning Master File adalah arsip data personel untuk komputer mengenai penghasilan masing-masing karyawan
Fungsi-fungsi yang terkait pada siklus penggajian personalia
Kerjasama diantara berbagai bagian tersebut menunjukkan fungsi tertentu yang antara lain :
o Hiring Employees berkaitan dengan proses penempatan karyawan pada suatu unit kerja
o Authorizing Payroll Changes adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan penetapan struktur gaji atau upah seseorang beserta perubahannya dalam sistem penggajian perusahaan
o Preparing Attendance dan Time Keeping Data Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan pencatatan kehadiran seseorang dalam kantor atau pabrik dan pencatatan aktifitas seseorang di unit kerja masingmasing
o Preparing the Payroll adalah fungsi personalia yng berkaitan dengan penyiapan daftar gaji seluruh karyawan
o Recording the Payroll adalah fungsi akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan semua transaksi penggaj ian
o Paying the Payroll Adalah fungsi berkaitan dengan pembayaran gaji kepada setiap individu karyawan
o Filling Payroll Tax Return Adalah fungsi ini berkaitan dengan penanganan pembayaran pajak untuk setiap individu karyawan
Auditor harus memahami struktur pengendalian intern dalam aktivitas pembayaran gaji. Ketiga unsur pengendalian intern harus dipahami, agar dapat menentukan resiko audit yang akan dihadapinya.
Aspek struktur pengendalian yang harus diperhatikan auditor adalah :
a. Lingkungan pengendalian Sangat dipengaruhi sistem perekonomian yang berlaku. Dalam menerapkan sistem penggajian ini dipengaruhi oleh kesepakatan kerja dengan organisasi buruh setempat. Dalam masalah penggajian ini manager personalia menghadapi masalah yang sangat pelik karena pada dasarnya transaksi tenaga kerja terjadi setiap saat bersamaan dengan operasinya perusahaan.
b. Sistem akuntansi Mencerminkan proses penanganan transaksi penggajian dalam operasi perusahaan. Auditor harus memahami sistem yang digunakan untuk menangani transaksi jasa-jasa tenaga kerja beserta aspek pengendaliannya
c. Prosedur pengendalian Menghendaki pelaksanaan lima aspek kategorisasi sistem pengendalian intern dalam operasi perusahaan. Kelima kategori tersebut adalah otorisasi yang memadai, dokumen dan buku-buku catatan, pemisahan tugas, akses kendalian dan pengecekan oleh pihak yang independent
Catatan dan dokumen dalam siklus penggajian dan personalia
Dokumen-dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur penggajian antara lain sebagai berikut :
1. Personal Authorization adalah surat keputusan yang berisi penempatan dan penugasan seseorang karyawan dalam posisi dan jabatan tertentu
2. Clock Card adalah formulir daftar hadir karyawan
3. Time tickect adalah formulir yang digunakan untuk mencatat waktu kerja seseorang karyawan atas penugasan dan jabatan tertentu
4. Payroll Register adalah laopran yang berisi informasi penggajian seluruh karyawan perusahaan.
5. Payroll Check adalah dokumen yang berisi perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah uang sebagai kompensasi yang diserahkan kepadanya.
6. Labor Cost Distribution Summary adalah laporan yang berisi jumlah pembayaran gaji setiap periode untuk setiap klasifikasi rekening gaji
7. Employee Personnel File merupakan data permanen yang berisi risalah kerja setiap karyawan
8. Personnel Data Master File adalah arsip data personel berkomputer yang termuktahir
9. Employee Earning Master File adalah arsip data personel untuk komputer mengenai penghasilan masing-masing karyawan
Fungsi-fungsi yang terkait pada siklus penggajian personalia
Kerjasama diantara berbagai bagian tersebut menunjukkan fungsi tertentu yang antara lain :
o Hiring Employees berkaitan dengan proses penempatan karyawan pada suatu unit kerja
o Authorizing Payroll Changes adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan penetapan struktur gaji atau upah seseorang beserta perubahannya dalam sistem penggajian perusahaan
o Preparing Attendance dan Time Keeping Data Adalah fungsi personalia yang berkaitan dengan pencatatan kehadiran seseorang dalam kantor atau pabrik dan pencatatan aktifitas seseorang di unit kerja masingmasing
o Preparing the Payroll adalah fungsi personalia yng berkaitan dengan penyiapan daftar gaji seluruh karyawan
o Recording the Payroll adalah fungsi akuntansi yang berkaitan dengan pencatatan semua transaksi penggaj ian
o Paying the Payroll Adalah fungsi berkaitan dengan pembayaran gaji kepada setiap individu karyawan
o Filling Payroll Tax Return Adalah fungsi ini berkaitan dengan penanganan pembayaran pajak untuk setiap individu karyawan
Metodologi
untuk merancang pengujian atas rincian saldo
Audior menilai resiko pengendalian dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantive atas transaksi.Setelah menyelesaikan pengujian tersebut dan menilai kemungkinan salah saji akun laporan keuangan dalam siklus salah penggajian dan personalia, auditor akan mengikuti metodologi untuk merancang penggujian atas rincian saldo.
• Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi penggajian (tahap I)
• Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko intern (tahap I)
• Menilai risiko pengendalian dan melaksanakan pengujian yang terkait (tahap I dan II)
• Melaksanakan prosedur analitis (tahap III)
Audior menilai resiko pengendalian dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantive atas transaksi.Setelah menyelesaikan pengujian tersebut dan menilai kemungkinan salah saji akun laporan keuangan dalam siklus salah penggajian dan personalia, auditor akan mengikuti metodologi untuk merancang penggujian atas rincian saldo.
• Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi penggajian (tahap I)
• Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko intern (tahap I)
• Menilai risiko pengendalian dan melaksanakan pengujian yang terkait (tahap I dan II)
• Melaksanakan prosedur analitis (tahap III)
Tujuan audit
yang berkaitan dengan saldo utama dalam menguji kewajiban penggajian adalah:
1. Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar
2. Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode yang benar
Akun kewajiban yang utama dalam siklus penggajian dan personalia
Jumlah potongan dan gaji karyawan pajak penggajian yang dipotong tetapi belum dibayar kepada pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan jurnal penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya dan pengeluaran kas periode selanjutnya.
Gaji dan upah akrual gaji dan upah akrual terjadi setiap kali karyawan belum menerima upah yang telah menjadi haknya selama beberapa hari atau jam terakhir hingga periode selanjutnya
Komisi akrual konsep yang sama dalam memverifikasi gaji dan upah akrua, meskipun akrual ini umumnya lebih sulit diverifikasi karena perusahaan memiliki berbagai jenis perjanjian
Bonus akrual banyaknya kelalaian dalam mencatat bonus akhir tahun yang belum dibayar akan menimbulkan salah saji yang material
Pembayaran cuti liburan, cuti sakit, atau tunjangan akrual lainnya dengan mengevaluasi kewajaran dari jumlah perhitungan kewajiban karyawan baru bisa perusahaan menentukan kebijakan
Pajak penggajian akrual dapat diverifikasi dengan memeriksa formulir pajak yang disiapkan pada periode selanjutnya untuk menentukan jumlah yang sudah harus dicatat sebagai kewajiban pada tanggal neraca
Pengujian atas rincian saldo untuk akun beban pos yang paling penting adalah gaji dan bonus pejabat, gaji kantor, gaji dan komisi penjualan, serta tenaga kerja manufaktur langsung
Kompensasi pejabat auditor harus memverifikasi apakah total kompensasi pejabat merupakan jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya harus dimasukkan dalam laporan 10-K SEC dan SPT pajak penghasilan federal
Komisi auditor dapat memverifikasi beban komisi dengan relative mudah jika tingkat komisi sama untuk setiap jenis penjualan dan informasi penjualan yang diperlukan tersedia dalam catatan akuntansi.
Beban pajak penggajian beban pajak penggajian dapat diuji selama tahun berjalan dengan perhitungan yang memakan waktu lama dan biaya yang banyak, biasanya audit tidak diperlukan kecuali prosedur analitis mengindikasikan bahwa ada masalah yang tidak dapat dipecahkan melalui prosedur yang lain
Total penggajian pengujian yang berhubungan erat dengan pengujian pajak penggajian adalah rekonsiliasi total beban penggajian dalam buku besar umum dengan SPT pajak penggajian dan formulir W-2
Tenaga kerja kontrak untuk mengurangi biaya penggajian banyak organisasi yang melakukan kontrak dengan organisasi luar untuk pengadaan staf
Tujuan penyajian dan pengungkapan auditor dapat menggabungkan prosedur audit yang berhubungan dengan tujuan penyajian dan pengungkapan dengan pengujian atas rincian saldo untuk akun kewajiban dan beban.
1. Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang benar
2. Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode yang benar
Akun kewajiban yang utama dalam siklus penggajian dan personalia
Jumlah potongan dan gaji karyawan pajak penggajian yang dipotong tetapi belum dibayar kepada pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan jurnal penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya dan pengeluaran kas periode selanjutnya.
Gaji dan upah akrual gaji dan upah akrual terjadi setiap kali karyawan belum menerima upah yang telah menjadi haknya selama beberapa hari atau jam terakhir hingga periode selanjutnya
Komisi akrual konsep yang sama dalam memverifikasi gaji dan upah akrua, meskipun akrual ini umumnya lebih sulit diverifikasi karena perusahaan memiliki berbagai jenis perjanjian
Bonus akrual banyaknya kelalaian dalam mencatat bonus akhir tahun yang belum dibayar akan menimbulkan salah saji yang material
Pembayaran cuti liburan, cuti sakit, atau tunjangan akrual lainnya dengan mengevaluasi kewajaran dari jumlah perhitungan kewajiban karyawan baru bisa perusahaan menentukan kebijakan
Pajak penggajian akrual dapat diverifikasi dengan memeriksa formulir pajak yang disiapkan pada periode selanjutnya untuk menentukan jumlah yang sudah harus dicatat sebagai kewajiban pada tanggal neraca
Pengujian atas rincian saldo untuk akun beban pos yang paling penting adalah gaji dan bonus pejabat, gaji kantor, gaji dan komisi penjualan, serta tenaga kerja manufaktur langsung
Kompensasi pejabat auditor harus memverifikasi apakah total kompensasi pejabat merupakan jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya harus dimasukkan dalam laporan 10-K SEC dan SPT pajak penghasilan federal
Komisi auditor dapat memverifikasi beban komisi dengan relative mudah jika tingkat komisi sama untuk setiap jenis penjualan dan informasi penjualan yang diperlukan tersedia dalam catatan akuntansi.
Beban pajak penggajian beban pajak penggajian dapat diuji selama tahun berjalan dengan perhitungan yang memakan waktu lama dan biaya yang banyak, biasanya audit tidak diperlukan kecuali prosedur analitis mengindikasikan bahwa ada masalah yang tidak dapat dipecahkan melalui prosedur yang lain
Total penggajian pengujian yang berhubungan erat dengan pengujian pajak penggajian adalah rekonsiliasi total beban penggajian dalam buku besar umum dengan SPT pajak penggajian dan formulir W-2
Tenaga kerja kontrak untuk mengurangi biaya penggajian banyak organisasi yang melakukan kontrak dengan organisasi luar untuk pengadaan staf
Tujuan penyajian dan pengungkapan auditor dapat menggabungkan prosedur audit yang berhubungan dengan tujuan penyajian dan pengungkapan dengan pengujian atas rincian saldo untuk akun kewajiban dan beban.
Incoming search terms:
audit
siklus penggajian dan personalia,siklus penggajian dan personalia,tujuan audit
terhadap siklus penggajian dan personalia,audit terhadap siklus penggajian dan
personalia,audit siklus personalia dan penggajian,tujuan audit yang penting
untuk fungsi penggajian,2 Pengujian terhadap siklus penggajian dan personalia
biasanya tidak bersifat ekstensif,siklus penggajian yang ada dan rekening yang
terbentuk akibat siklus itu,audit atas siklus penggajian dan personalia,tujuan
audit fungsi penggajian
terimakasih atas infonya. bisa minta referensinya?
BalasHapus